Game Design g57-evoland-by-shirogames

Published on June 30th, 2013 | by Aditia Dwiperdana

0

Proses Mewujudkan Ide Game

Ada pendapat yang mengatakan bahwa ide itu murah dan yang mahal adalah eksekusi. Kalimat itu menjelaskan bahwa kunci dari suatu produk yang baik terdapat pada proses eksekusinya, suatu ide yang luar biasa jika dieksekusi dengan tidak benar tidak akan menghasilkan produk yang luar biasa. Namun, suatu ide yang biasa saja namun dieksekusi dengan sangat baik bisa menjadi produk yang luar biasa. Hal ini juga berlaku untuk proses pembuatan sebuah game.

Sebagian besar orang yang bermain game biasanya memiliki suatu ide game, baik merupakan pengembangan dari game yang pernah mereka mainkan atau mungkin suatu ide original yang sama sekali baru. Tapi tidak sedikit game yang idenya bagus tapi hasil akhirnya tidak sesuai yang dijanjikan.
Contoh kasus di masa lalu misalnya game Duke Nukem Forever, karena developernya terlalu ingin mengikuti teknologi terbaru sehingga menjadikan proses pembuatan game tersebut justru terus tertunda sampai lebih dari 10 tahun karena lebih banyak melakukan penyesuaian ulang dengan teknologi baru yang digunakan.
Proses pengembangan software/game yang paling dasar biasa disebut dengan waterfall, dimana proses pembuatan game dilakukan berurutan dari awal sampai akhir. Selalu diawali dengan planning, developing, testing, modifikasi, baru selesai. Dengan proses seperti ini kita baru bisa melihat game kita sebagai suatu produk utuh di akhir proses.
Proses Waterfall
Metode yang lebih baik adalah metode iteratif, intinya adalah dengan membuat siklus pembuatan game dilakukan lebih cepat tapi bertahap. Mirip dengan proses seleksi ide bertahap yang dijelaskan di artikel sebelumnya (http://gedebuk.org/56), proses iteratif ini akan membagi game ke dalam beberapa tahap berdasarkan kelengkapan fitur, dengan tujuan agar kita bisa memastikan setiap fitur terimplementasi dengan baik.
Proses Iteratif
Contoh tahap yang biasa digunakan dalam proses iteratif misalnya alpha atau beta (mungkin kamu sering dengar istilah alpha build atau beta testing). Detail apa saja yang harus diselesaikan untuk tahap alpha dan beta bisa berbeda-beda tergantung tim atau studio yang mengerjakan, misalnya:
  • Alpha: gameplay utama sudah diimplementasi, tanpa fitur pendukung seperti menu, atau leaderboard
  • Beta: semua fitur dalam game sudah diimplementasi, tapi tidak semua konten game sudah masuk, misalnya jenis-jenis musuh atau barang dalam game
  • Final version: semua konten sudah masuk ke dalam game, game bisa dibilang sudah lengkap
g57-evoland-by-shirogames
Keuntungan yang bisa didapat dari proses iteratif adalah kita bisa lebih cepat menguji gameplay yang kita rancang , dan kita bisa bereaksi lebih cepat kalau ada sesuatu yang salah, tidak perlu menunggu sampai semua fitur/konten selesai. Misalnya kita perlu mengganti gameplay game tower defense dari pola pergerakan jalur seperti Kingdom Rush, ke pergerakan sederhana (kanan ke kiri saja) seperti Plant vs Zombie misalnya karena pola jalur membuat gamenya berjalan lambat. Pada proses waterfall kita baru bisa tahu gamenya lambat setelah semua pola jalur selesai dibuat, sedangkan pada proses iteratif kita bisa tahu lebih cepat, bahkan sebelum pola jalur level dibuat.
Apakah kita harus menunggu game kita masuk tahap final baru kita rilis?
Tidak, justru akan lebih baik kalau kita memberikan kesempatan untuk orang lain mencoba game kita di tahap-tahap sebelum final. Kita bisa berikan ke teman-teman dekat atau sesama pembuat game, biasanya akan banyak masukan yang bisa kita terapkan untuk membuat game kita lebih baik lagi.

Ikuti channel Gedebuk di Youtube untuk mendapatkan berbagai video tutorial pembuatan game! Klik saja tombol Subsribe di bawah ini.


Lebih suka tutorial tertulis seperti artikel ini?





About the Author



Back to Top ↑