Construct2 83 - ilustrasi array 2 dimensi

Published on March 5th, 2014 | by Aditia Dwiperdana

0

Array dalam Construct 2

Dalam game, selain perlu menyimpan berbagai posisi objek dalam layout, terkadang kita juga perlu untuk menyimpan suatu kumpulan data tertentu. Beberapa data seperti waktu yang tersisa untuk menyelesaikan suatu level time trial misalnya, cukup kita simpan dalam suatu variabel global. Tapi kumpulan data, terutama data yang bersifat dinamis memerlukan cara penyimpanan lain, yaitu array.

Array adalah suatu koleksi data yang disimpan secara berurutan. Ada beberapa jenis array yang bisa kita buat dalam Construct:

  1. Array 1 dimensi
    Array 1 dimensi adalah bentuk array paling sederhana yang berupa deretan data, dan setiap data dapat diakses dengan satu buah nilai sebagai indeks. Sebagai contoh, array bernama ‘genap’ berisi nilai [2, 4, 6, 8, 10] adalah suatu array 1 dimensi, dengan indeks 0 bernilai 2, indeks 1 bernilai 4, indeks 2 bernilai 6, dan seterusnya. Perlu diingat bahwa indeks array dimulai dengan angka 0.
  2. Array 2 dimensi
    Array 2 dimensi adalah bentuk array seperti tabel, dengan setiap data harus diakses dengan dua buah indeks (x,y) yang bisa kita analogikan dengan nomor kolom dan baris dalam suatu tabel.
    83 - ilustrasi array 2 dimensi
    Sebagai contoh, array pada gambar adalah sebuah array 2 dimensi yang berisi data nilai berurutan. Untuk mengakses suatu data, kita perlu memahami indeks array 2 dimensi. Indeks pertama atau  x biasa digunakan sebagai indeks kolom, dan indeks kedua atau y digunakan sebagai indeks baris. Jadi data pada (0,0) adalah 0, (1,0) adalah 1, (2,0) adalah 2, (0,1) adalah 3, (1,1) adalah 4, dan seterusnya.
    Array 2 dimensi biasa digunakan untuk menyimpan data permainan berbasis grid, seperti Minesweeper, Tetris, Sokoban, hingga permainan match-three seperti Candy Crush atau Line Pokopang.
  3. Array 3 dimensi
    Array 3 dimensi secara visual bisa dibayangkan seperti sebuah kubus, sebuah Rubik Cube adalah sebuah array 3 dimensi dengan masing-masing data warna bisa diakses dengan tiga buah indeks, x, y, dan z. Walaupun disebut dengan array 3 dimensi, array seperti ini belum berarti hanya berguna dalam sebuah game 3 dimensi, apalagi tools yang kita gunakan, Construct 2, adalah tools game 2 dimensi.
    Contoh penggunaan array 3 dimensi dalam sebuah game 2 dimensi misalnya sebuah game taktik seperti Final Fantasy Tactics, Disgaea, atau game sederhana seperti Catur. Indeks x dan y digunakan sebagai koordinat atau posisi grid yang bersangkutan, dan indeks z bisa kita digunakan untuk menyimpan beberapa informasi lain, misalnya jenis grid dan unit apa yang berada di grid tersebut.
    Pada sebuah game catur jenis grid ada dua yaitu hitam atau putih, kita bisa buat indeks z pertama untuk menyimpan informasi tersebut, indeks z kedua untuk menyimpan informasi kode unit apa yang ada di suatu grid, dan misalnya efek tambahan apa yang perlu ditampilkan pada suatu grid (pada suatu game taktik bisa saja menampilkan efek grid yang berbeda untuk menunjukkan grid yang bisa dipilih untuk bergerak maju dan grid untuk langsung menyerang lawan).
    Dalam permainan, selain untuk mengatur tampilan (sprite apa yang perlu kita gunakan untuk suatu grid), kita juga bisa menggunakan informasi pada array ini untuk memeriksa data tertentu, contohnya jika sebuah unit menggunakan serangan area, kita bisa tahu unit mana saja yang terkena serangannya.

Membuat array dalam construct

  1. Untuk membuat array kita perlu membuat sebuah objek Array pada layout kita.
  2. Untuk mengisi array kita bisa gunakan fitur set at X, set at XY, atau set at XYZ. Lihat gambar untuk implementasi contoh yang sudah diceritakan sebelumnya.

 

Implementasi Array 1 Dimensi

83 - array 1 dimensi

Implementasi Array 2 Dimensi

83 - array 2 dimensi


Ikuti channel Gedebuk di Youtube untuk mendapatkan berbagai video tutorial pembuatan game! Klik saja tombol Subsribe di bawah ini.


Lebih suka tutorial tertulis seperti artikel ini?





About the Author



Back to Top ↑